A Million Girls Would Killed for That Job (Jutaan Gadis Rela Mati Demi Pekerjaan Tersebut)

Hari Kamis, 9 April lalu setelah selesai men-contreng di TPS aku nonton film “The Devil Wears Prada”. Sebenarnya dulu pas awal2 film ini masuk di bioskop, aku dapat kesempatan nonton gratis di Movie Box. Waktu itu salah satu UKM Univ Atma Jaya Yogya ngadain acara nonton gratis. Aku tahunya dari salah satu tmn kursusku yg ikut UKM tsb. Tapi sayangnya pas acara tsb aku sedang di Lab. Pas jam 4 baru selesai harusnya jadwalnya selesai jam 3.30 sih. Eh udah gitu hujan deras lagi. Jadi batal deh. Padahal aku udah SMS tmn2ku ngajak nobar (nonton bareng) ada sih yg bisa. Pas ku telp dia jawab “kamu kemana aja? Udah mulai 20 mnt yg lalu”. Yah 20 mnt dan hujan msh aja turun dengan derasnya. Jadi ya batal deh 😦

Sebenarnya pertama kali kesanku dari melihat covernya, kembali si Anne Hathaway yg jadi aktor utamanya. Aku seneng dng penampilannya pertama kali di Princess Diaries, tapi bukan sekuel ke-2nya karena jln ceritanya kurang menarik. Sebenarnya aku agak kurang sreg kecewa karena penampilannya di film “Havoc” yg ya gitu deh. Tapi di Devil Wears Prada ini, setelah mengikuti alur ceritanya, wah ternyata menarik juga nih film. Berbeda dng film2 sebelumnya dimana si Anne terkesan manja dan ke ABG-an gitu (seperti di Princess Diaries dan Ella Enchanted). Kali ini Anne memerankan Andrea, gadis yg smart namun awam di dunia fesyen. Yang aku seneng dari film ini adl banyak mengulas kehidupan dlm dunia kerja.

Andrea Sachs adalah gadis yg smart dan fast learner. Dia melamar menjadi asisten direktur Elias Clarke Publication yg menerbitkan majalah fesyen “Runway” yakni Miranda Prestley. Andrea yg kerap dipanggil Andy ini sama sekali awam di dunia fesyen. Sebelumnya dia pernah bekerja sebagai jurnalis. Syarat utk bekerja di Elias Clarke Publication ini bukan hanya harus mengerti tentang fesyen, dan seluk beluk perusahaannya tetapi juga harus mengerti fesyen dan berdandan secara glamour.

Asiknya film ini karena kita bisa ikut merasakan masa2 awal bekerja dmn penuh dengan adaptasi. Si Andy awalnya jg banyak mengalami masalah dan ejekan dari si Bos dan partnernya yg merupakan asisten senior bosnya, Emily. Berbagai tugas berat harus dilaksanakan dng baik meskipun kadang dia mengacaukannya. Akhirnya pada suatu malam, Ayahnya datang datang dari Ohio dan mengajaknya makan malam. Namun disaat itu juga si Bos, Miranda Prestley menelpon dan mengabari kalau pesawatnya telah di-cancel karena cuaca buruk. Akhirnya dia meminta Andy utk memesan tiket pesawat lainnya malam itu juga.

Namun karena cuaca yg benar2 buruk, tdk ada pesawat yg berani terbang malam itu juga. Aku sempat heran juga pas melihat adegannya itu dmn cuacanya sedang badai kok si bos ngotot harus pulang malam itu juga karena esok paginya putri kembarnya akan mengikuti acara resital di sekolahnya. Namun tdk ada pesawat yg terbang malam itu juga, lantas ayahnya berkelakar “Apa harus kita memesan pesawat dari Garda Nasional (National Guard)?”.

Keesokan harinya maka marah2lah si Bos yg kecewa berat karena tdk bisa menghadiri acara resital putri kembarnya. Akhirnya si Andy merengek kepada Nigel salah satu pegawainya. Nigel berhasil membesarkan hati Andy dan Andy pun meminta bantuan Nigel agar penampilannya lbh baik. Yang aku heran kan apa itu pakaian dipinjamkan atau bnr2 dikasih oleh kantornya ya? Asik banget dong kl dipinjemi busana mewah seperti itu. Saking berubahnya penampilan si Andy, si Emily sampai jengkel karena penampilannya kalah oleh Andy 😀

Hari demi hari dilaluinya, dan kelihatan lah keunggulan si Andy dibanding Emily. Akhirnya pada suatu saat Andy diberi pilihan oleh Miranda dia akan ikut ke Paris atau tetap di New York. Namun hanya 1 org yg hanya boleh ikut dia atau Emily. Dan yang tdk ikut, maka dia akan menjadi asisten ke-2nya. Andy tdk punya pilihan lain akhirnya dia memilih utk ikut, meski dng berat hati.

Di Paris pun Miranda kembali terkesan akan kinerja Andy. Dan pada suatu saat waktu mereka berada di mobil dan bercakap-cakap. Miranda mengatakan kalau Andy telah melakukan tindakan yg benar, yakni memilih ikut ke Paris dan mengorbankan Emily dan menganggap mereka ber2 adl orang2 yang penting dan berhasil meraih apa yg org lain tdk bisa dapatkan. Dalam hati Andy terus terang jengkel sekali dan bukan itulah yg diinginkannya. Akhirnya dia memilih untuk berhenti saat itu juga dng cara yg tdk di duga sebelumnya.

Setelah beberapa hari kemudian, dia melamar kerja sebagai jurnalis di salah satu perusahaan. Saat di wawancarai, pada awalnya dia pesimis akan diterima disana karena dia telah mengacaukan pekerjaannya di Elias Clarke Publication. Namun hal yg tdk diduga terjadi, dia akhirnya diterima dng alasan dia telah melakukan sesuatu yg benar di kantornya sebelumnya. Pokoknya film ini lumayan bkn kejutan yg terkadang kita sebelumnya tdk menduganya jln ceritanya.

Sayang film ini jg ada hal2 yg tdk kusukai.
Pertama, sama seperti di Princess Diaries, suasana glamournya msh kental terasa. Aku ga suka penampilannya yg glamour. Busana formal kan ga mesti glamour. Tapi ya itulah konsekuensinya klo kerja di perusahaan fesyen. Aku lbh suka penampilannya seperti ini atau pada saat terakhir kali penampilannya.

Kedua, masa sih tgl 1 rumah sama pacar? Klo sama suami sih ga masalah, ini sm pacar ck.. ck.. ck..
Begitulah budaya mereka dimana virginity sdh tdk ada artinya 😦
Maka bersyukurlah kita tgl di belahan dunia timur dimana msh menjunjung tinggi norma2 dan adat.

Ketiga, hmm.. kayaknya ga perlu kuberi tahu disini. Ini masalah tentang sekularisme. Apakah kinerja yg sangat bagus tapi apa jadinya jika tdk diikuti dng spiritual?

Berikut ini adl beberapa busana yg menarik yg dikenakan oleh Andrea Sachs.

Ini yg aku suka, minimalis dan tetap formal.
Andrea Sachs

Andrea sama Emily beda jauh ya. Dia kan ukurannya 6 klo Emily ga tahu tp kayaknya sih 2.
Andrea Sachs and Emily

Aku lbh suka tanpa hiasan kalung2 yg terlalu mencolok.
Andrea Sachs

Di ruang kerja dng iMac
iMac

Di Paris.
Andrea Sachs

Ngobrol sama Nigel
Andrea Sachs and Nigel

Salah satu adegan yg kusuka.
Andrea Sachs

Setelah diterima jadi jurnalis.
Andrea Sachs

Ini adegan yg plg kusuka 😀
Andrea Sachs

Full outfit.
Andrea Sachs

Sama seperti Princess Diaries, aku sangat suka sama aransemen musiknya. Berulang kali kudengarkan ga bosen2. Apalagi klo malam disaat aku lbh sng denger musik yg tanpa vokal seperti itu. Coba ya sekali-kali ada film dari negeri sendiri yg bisa seperti itu. Sebenarnya ga perlu mahal2 budgetnya. Yang penting ide cerita dan skenario yg bagus.

Aku punya sih soundtracknya. Ini aku juga bikin ringtonenya lho..

These are cool ringtones for your cellphone that I made by myself:

Call Tone from Andrea’s Cellphone (101 KB)
SMS Tone from Andrea’s Cellphone (13 KB)
SMS Tone from Emily’s Cellphone (20 KB)
SMS Tone from Emily’s Cellphone 2 (74 KB)

Enjoy it..

Advertisements

~ by Rahmat Miftahul Habib on April 10, 2009.

6 Responses to “A Million Girls Would Killed for That Job (Jutaan Gadis Rela Mati Demi Pekerjaan Tersebut)”

  1. he?
    mang bgs ya mpe d buat summarynya sgala?

  2. Lho kan udah kubilangin aku senengnya karena ceritanya tentang dunia kerja. Namun jg ada sisi yg ga kusuka.
    Biasa lah aku lg seneng sm film2 ringan. Soundtracknya jg bgs2.

  3. pemeran ceweknya boleh juga tuh

  4. Namanya Anne Hathaway. Filmnya Devil Wears Prada. Blm nonton? Atau ga seneng?
    Aku seneng jg film kaya gitu meski sebenarnya lbh cocok utk kaum Hawa. Tapi banyak hikmah yg bs diambil plus kejelekan kebiasaan org sana 🙂

  5. kamu tuh ya, boleh2 aja pake opini pribadi ketika menilai sesuatu tp ya jgn terlalu memaksakan gt. mau bgmn lg wong budaya kita dg mereka kan emang beda.

  6. Emang aku memaksanya dmn? Kan aku cm mengambil hikmah yg positif dari film itu aja 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: